Traveling Singapore Malaysia 5 Hari

: 1033 | : 8 | : 20 April 2017 | Travelling


The_Irfan
- Contributor

Tags

 

 
  1.   Keberangkatan Jakarta – Singapore
         Karena kebetulan kami mendapat penerbangan pertama pukul 06.30 WIB, jadi kami bersiap-siap dari waktu pukul 04.00 WIB, karena rumah kami terletak di daerah sepatan (kalo ga tau cari di google ya hehe) kami belum bisa mengestimasi berapa menit kami bisa sampai bandara, jadi ya kami berangkat pukul 05.00 dari rumah, tak disangka disangka kami sampai bandara terminal 2E pukul 05.30 (oh iya kami ke bandara menggunakan sepeda motor matic yang di parkir di deket terminal 2E) sesampainya di tempat parkir kami berdua seperti orang bingung karena ini pengalaman kami pertama kali keluar negeri yaudah berbekal mulut alhamdulillah kita sampai di pintu masuk keberangkatan terminal 2E, di pintu masuk seperti biasa barang-barang kita diperiksa ( nanti kita diperiksa 2x yaitu sebelum melewati imigrasi dan sesudah melewati imigrasi), setelah melewati pemeriksaan barang pertama kita langsung disuruh ke imigrasi (karena kami sudah check in tiket via online, kalo yang belum harus disuruh check in dulu ke maskapai masin-masing) di imigrasi seperti biasa kita mengantri untuk di stempel paspor kita , nanti di imigrasi biasanya kita di tanya-tanya mau kemana, mau ngapain, mau tinggal dimana dan bawa uang berapa jadi usahain ketika di imigrasi kalo di tanya jangan diem aja yang ada ntar ga di lolosin imigrasi loh hehe, setelah lolos kita diperiksa lagi barang yang kita bawa disini lebih ketat dari pertama buktinya aja barang saya ada yang di ambil (shampoo yang dari salon 150ml) kata petugas bea cukai ini melebihi aturan yang diperbolehkan jadi harus disita, buat yang lain hati –hati terhadap barang bawaan air mineral aja tidak lolos disini karena kami melihat banyak botol – botol yang di ambil. Setelah melewati pemeriksaan ini kita langsung menuju ruang tunggu untuk langsung naik pesawat air asia menuju singapore (lama perjalanan 1 jam loh, oh iya ini juga pengalaman suami lia pertama kali naik pesawat ).


    2.  Hari Pertama di Singapura


 

Changi International Airport
 
         Sesampainya di bandara Changi international airport waktu menunjukan pukul 08.30 (waktu disingapura lebih cepat 1 jam dari pada di indonesia) kita langsung aja ikutin orang-orang jalan keluarnya (karena kami berdua belum ada yang pernah ke luar negeri termasuk singapore sekalipun) di bandara disini sangat berbeda sekali kaya di indonesia karena bandara disini seperti mall banyak toko-toko yang berjualan berbagai macam aksesoris dan di setiap pojokan bandara disini ada air mentah yang dapat diminum (bingung ya, air mentah yan dapat diminum -,-a) ya soalnya ngeliat orang-orang pada mencet tombol lalu air keluar dari bawah ke atas dan langsung diminum, awalnya kami sempet curiga namun ketika yang melakukanya banyak kami jadi ikut-ikutan meminumnya dan ternyata seger juga ya hehe,
setelah meminum air keran tersebut langkah kami selanjutnya adalah menuju MRT singapore yang berada di terminal 2 karena kami tidak tahu dimana terminal 2 patokan kami hanya lihat papan pengumuman saja yang bacaanya “Sky train” atau “terminal 2 “ yang berada di langit langit bandara changi karena ini termasuk bandara yang sangat besar  jadi kami untuk keluar saja harus naik turun eskalator hehe, nah akhirnya ketemu juga dengan imigrasi singapore, di sini seperti biasa sama seperti di indonesia, paspor kita di chek untuk dapat menuju ke dalam kota singapore, seperti biasa kami berbaris mengikuti bule-bule di depan, akan tetapi disini ada sebagian yang lolos dan ada sebagian yang tidak,  saya lolos dapat keluar dari imigrasi tetapi suami saya tidak, kemudian dia dimasukan ke dalam ruangan dan disana kata dia petugas Cuma nanya mau ngapain,tinggal dimana dan berapa hari udah kok, petugasnya bisa bahasa melayu jadi masih agak nyambung di ajak ngobrolnya setelah suami saya lolos juga kita langsung menuju sky train yang berada di terminal  untuk nyambung menuju terminal 2 (oh ya jangan lupa  ambil peta singapore dan MRT ya biasanya ada di bandara dan di tempat beli tiket MRT), sesampainya di terminal 2 MRT ga jauh dari Sky train kita hanya menuju ke bawah menggunakan eskalator dan langsung membeli tiket ada berbagai macam tiket untuk penggunaan MRT ada yang dari stasiun ke stasiun kita tinggal nyebut nama stasiunya, atau ada yang paket namanya STP (Single Tourist Pass).
 
STP ini ada paketnya yang 1 hari seharga $20, yang 2 hari seharga $26 dan yang 3 hari $30 dalam penggunaanya  STP ini apabila kita sudah mau pulang kita dapat mengrefundnya dan kita mendapat masing-masing $10 untuk tiketnya, karena kami berencana ke singapore hanya 2 hari jadi kami memilih yang $26. Setelah kami naik MRT disini sama seperti busway jadi kita harus transit transit untuk pindah kereta. Karena kami berencana besok harinya ke malaysia menggunakan kereta jadi langkah kami pertama adalah menuju johor baru (malaysia) untuk memesan tiket kereta menuju kuala lumpur. Ke johor baru menggunakan MRT kita dapat turun di stasiun Woodlands, Marsiling atau kranji. Karena kami ketika membeli tiket STP sudah mengambil Peta untuk Rute MRT jadi untuk transit transit menjadi lebih mudah, dan akhirnya kami memilih untuk turun di stasiun Woodlands, di stasiun woodlands kita nyambung menggunakan Bus, ada beberapa bus yang menuju imigrasi johor baru namun kami menggunakan bus 950. Untuk dapat menggunakan bus ada 2 cara yaitu bayar di loket dekat seharga $1,6 atau menggunakan tiket Ez link card seharga $12 (kartu $5 dan saldo $7) oh iya tiket Ez-link dapat di refund juga apabila kita sudah tidak ingin menggunakan namun kita kehilangan $5 untuk biaya kartunya. Apabila menggunakan $1,6 bayar di loket sopirnya kita akan mendapat tanda sudah bayar dan dapat kita gunakan untuk nyambung bus dari imigrasi singapore ke imigrasi malaysia di johor baru. 
Setelah kita naek bus, hal pertama yang kita lakukan adalah turun dimana, namun karena suami saya sudah sering baca blog traveler kata dia kita ikutin orang aja untuk turun dimana karena nanti semuanya bakal untuk turun untuk dilakukan pemeriksaan dan benar saja belom sampai setengah jam saya melihat orang – orang pada turun dan ternyata kita sudah sampai di imigrasi singapore, langsung kita ikutin saja orang-orang pada kemana dan mereka langsung mengantri untuk mendapatkan  stempel pada paspornya, disini juga berlaku hal yang sama seperti di bandara changi ada 2 kemungkinan, kita langsung di lolosin atau di tahan di imigrasi dan benar saja suami saya lagi – lagi kena di tahan imigrasi kali ini lebih lama saya harus menunggu 1 jam sampai suami saya keluar dari imigrasi, setelah itu kita lanjut untuk naek bus lagi, oh ya kita naek bus ga usah bayar lagi dan juga kita dapat menggunakan bus yang mana saja tidak harus bus pertama yang kita naekin yang penting dengan nomor yang sama yaitu 950. Setelah kita nak bus 950 ga nyampe 10 menit kita sampai di imigrasi johor baru malaysia oh iya sepanjang perjalanan dari imigrasi singapore ke imigrasi johor baru pemandanganya adalah laut, buat foto-foto bagus ni hehe. Setelah kita sampai di imigrasi johor baru kita langsung menuju penjualan tiket kereta johor baru ke Kuala lumpur saya baca di blog traveler kebanyakan bilang ada kereta yang ada kasurnya ternyata pas saya sampai disana kata petugasnya udah ga ada kereta yang ada kasurnya adanya kursi biasa dan juga kereta dari johor baru ke kuala lumpur udah ga ada yang langsung harus transit dulu di stasiun gemas. Karena udah jauh jauh ke sini ya terpaksa dari pada kami harus naek pesawat hehe, harga tiket kereta dari stasiun johor baru ke stasiun gemas RM 21 dan dari stasiun gemas ke kuala lumpur sentral RM 31 jadi 1 orang kena RM 52 (rupiahin sendiri ya....).
Setelah dapat tiket kita balik lagi dah ke singapore menggunakan rute yang sama akan tetapi dari stasiun johor baru kami menggunakan bus causeway link menuju stasiun kranji (singapore) sama seperti keberangkatan kita akan melewati 2 kali imigrasi yaitu keluar dari malaysia dan masuk ke singapore dan seperti biasa hati hati setiap imigrasi ada yang langsung lolos dan ada yang di tanyain kali ini saya dan suami langsung lolos tidak ditahan hehe. Sesampainya di stasiun kranji kita langsung menuju hotel di geylang karena waktu sudah sore saya berfikir untuk langsung ke hotel saja, untuk sampai disana kita harus turun di stasiun kallang dan berjalan 600 meter menuju jalan lorong 8 letak darlene hotel berada FYI harga hotel suami saya pesan di indonesia Rp 400 ribuan untuk 1 malam, akhirnya setelah kami berjalan sampai juga di hotel walaupun dengan sedikit nyasar dan nanya-nanya sama orang di jalan, suami saya bilang banyak blog mengatakan kalau daerah geylang merupakan daerah “Red District” nya singapore kalo di indonesia seperti mangga besar lah saya pun ga ngerti maksudnya apa, saya ga ambil pusing yang penting bisa isthirahat, mandi dan ketemu kasur, oh ya jangan lupa untuk membeli makanan dan minuman biasanya di setiap stasiun banyak yang jual buat info aja makanan yang paling murah dan enak adalah Nasi lemak harganya ada yang $2 dan 3$ itu jangan lupa beli airnya sekalian ya....
 
 3.  Hari Kedua di Singapura
        Tepat pukul 06.00 kami saya terbangun untuk menjalankan shalat subuh, dan kemudian saya melihat keluar jendela ternyata cuaca masih sangat gelap dan seperti tidak ada aktifitas menusia, berbeda sekali dengan di Indonesia jika waktu sudah menunjukan pukul 06.00 WIB cuaca sudah sangat terang dan aktifitas sudah sangat padat terjadi. Kemudian saya bersiap –siap untuk melakukan memulai petualangan sebenarnya pagi ini untuk menjelajah negeri ini, kemudian saya benar-benar check out meninggalkan hotel pada pukul 09.00 waktu singapore karena harus beres beres dan memulihkan stamina. Yang menjadi target kunjungan pertama kami adalah merlion park yaitu patung yang menjadi icon negeri singapore dan marina bay (kapal yang ada di atas gedung he,he) kami mulai berangkat dari stasiun kallang menuju stasiun raffles place (biar ga nyasar transitnya liat di peta MRT aja ya ) tidak butuh waktu lama akhirnya kami tiba di stasiun raffles place pada pukul 10an, sesampai di sana kami bingung ketika kami keluar dari dari stasiun MRT kami tidak melihat ada patung singapore atau turist turist yang ingin mengarah kesana, yang kami lihat hanyalah gedung-gedung bertingkat seperti yang berada di daerah Sudirman, Thamrin, Kuningan. Akhirnya kami bertanya kepada orang yang lewat, katanya klo mau ke merlion park kita harus jalan keluar lg mengarah ikutin jalan yang dia tunjuk, dan akhirnya setelah kami berjalan sekitar 10-15 menit sampai juga kami di tempat yang menjadi iconya singapore yaitu merlion park dengan background danau dan gedung marina bay yang berada kapal di atasnya, suasana disini sangat ramai dengan para turist yang mayoritas lebih mengunakan tour guide dari pada seperti kami yang hanya backpacker sendirian, kami foto – foto cukup lama di sini karena suasana sangat adem walaupun matahari sangat terik.
 
 
Salah satu foto di Merlion Park.
            Kemudian setelah puas dari merlion park tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah universal studio, untuk dapat menuju kesini seperti biasa kami naik MRT lagi dari stasiun Raffles Place  menuju Stasiun Harbourfront dimana sentosa island berada, perjalanan kurang lebih setengah jam kemudian kami sampai di stasiun harbourfront, sesampai di stasiun ini ternyata kami berada di dalam mall, dan untuk dapat menuju sentosa island kami harus ke atas mengikuti tanda panah yang berada di dalam mall tersebut, sesampainya kami di atas kami di haruskan membeli tiket sentosa express seharga $4 untuk dapat masuk ke area sentosa island, dan $72 jika kami ingin bermain di wahana tersebut karena kami hanya ingin berfoto di bola dunia universal studio jadi kami hanya membeli tiket untuk masuk areanya seharga $4. Sesampainya di dalam ternyata suasana sangat mirip dengan Dufan yang berada di jakarta, kemudian kami mengambil beberapa gambar dengan background bola dunia universal studio, lalu sejenak isthirahat melihat banyak orang – orang yang juga lebih memilih untuk berfoto di bola tersebut dari pada masuk untuk mengikuti permainan hehe.
 
Foto Dengan latar belakang bola raksasa di Universal Studio Singapore.
 
            Setelah puas di universal studio kami langsung menuju ke masjd sultan , masjid sultan merupakan masjid terbesar di singapore (katanya) untuk dapat kesini dari stasiun Harboufront kami bergerak ke stasiun bugis dari stasiun bugis kami harus berjalan lagi sekitar 300 meter lagi untuk sampai ke masjid ini, di sepanjang jalan menuju masjid kami banyak sekali melihat penjual makanan timur tengah dan indonesia, ternyata benar saja ketika sampai dimasjid tersebut suasana sangat nyaman, kami beristhirahat sembari menuju waktu shalat zuhur tiba, jika di indonesia shalat zuhur pukul 12.00 disini shalat zuhur pukul 13.00 selesai shalat kami berkeliling sekitar masjid tidak lupa sedikit mengambil gambar, lalu disini banyak penjual cinderamata yang murah murah kemudian saya membeli gantungan singapore seharga $5 mendapat 6 gantungan untuk dibawa pulang , ketika kami berkeliling kami melihat ada restoran yang menjual nasi goreng searga $4,20 karena perut juga sudah lapar kami pun tidak lupa membelinya karena bosan makan nasi lemak terus hehe.
 
Masjid Sultan Singapore.
 
Waktu sudah menunjukan pukul 15.00 selesai beristhirahat kami langsung menuju stasiun bugis dan menuju stasiun kranji untuk dapat menuju johor baru, seperti biasa turun di stasiun kranji kami cari bus yang menuju johor baru kali ini kami menggunakan bus 950 kembali, seperti biasa kami harus melewati 2 kali imigrasi dahulu yaitu imigrasi singapore, lalu lanjut naik bus lg menuju imigrasi malaysia untuk dapat menuju johor baru. Ketika sudah keluar dari imigrasi malaysia kami langsung bergerak ke stasiun kereta johor baru ternyata kami kecepatan waktu masih menunjukan pukul 17.00, kami pun makan dan jalan-jalan berkeliling di sekitaran stasiun karena suasana di sini seperti pasar kami terpaksa berangkat lebih awal karena kami takut jika terjadi hal-hal yang tak di inginkan ketinggalan kereta. Kereta kami berangkat pukul 23.00. oh iya karena johor baru sudah masuk wilayah malaysia jadi uang dolar singapore sudah tidak berlaku harus di tukar ke dalam bentuk ringgit malaysia dan juga barang-barang di malaysia jauh lebih murah dari pada di singapore. Tepat pukul 23.00 waktu setempat akhirnya kami naik kereta menuju kuala lumpur sentral, akan tetapi kami harus transit dahulu di stasiun gemas sebelum dapat ke kuala lumpur sentral.
  
4. Hari pertama di Malaysia
            Perjalanan hari pertama kami di mulai di kereta dan kami sengaja naik kereta hitung-hitung sekalian pengganti biaya menginap di hotel dan menggantikan tiket pesawat hehe. Pukul 03.00 kami di bangunkan bapak kondektur untuk dapat transit mengganti kereta di stasiun gemas, kami menunggu 15 menit untuk dapat mengganti kereta, setelah itu kami meneruskan tidur di kereta yang menuju kuala lumpur sentral, akhirnya kami sampai pukul 06.00 di stasiun kuala lumpur sentral, di sini sangat besar sekali karena semua mode transportasi terpusat di sini dari Bus, kereta, Sky Train, taxi dll. Hal pertama yang kami lakukan adalah sarapan, tidak jauh mata memandang setelah kami keluar dari kereta ada makanan cepat saji KF*, di sini harga makanan tidak jauh beda di indonesia hanya sebesar RM 10 (Rp 30.000), setelah puas-puas sarapan kami menunggu disini sekalian isthirahat, di sini kami menunggu lama juga tidak berasa karena di stasiun besar ini disediakan akses internet WIFI yan cukup lumayan , sekalian kami juga mengabari saudara dan orang tua yang berada di Indonesia bahwa kami sudah sampai di Indonesia.
            Setelah itu kami langsung bergerak menuju hotel, karena kami masih buta dengan wilayah malaysia, kami hanya berbekal Printnan tiket hotel traveloka  “Soho Hotel” di daerah Petailing street. Hati – hati karena disini berbagai macam mode transportasi takutnya kalau salah naik ataupun salah arah bisa nyasar seperti kami hehe, sudahlah jangan di bahas nyasarnya ya untuk pelajaran yang lain juga, yang penting kalo udah nyasar jangan lupa nanya sama orang karena prinsip “Malu bertanya sesat di jalan” pasti kepake. Setelah nyasar kami kembali ke stasiun Kuala lumpur sentral menuju stasiun kuala lumpur menggunakan kereta, setelah sampai stasiun kuala lumpur (stasiun kuala lumpur central dan kuala lumpur beda ya ) kami menuju central market dahulu, karena kami melihat di peta Print Travleloka kalau hotel kami dekat dengan central market, setelah berjalan cukup jauh akhirnya kami menemukan juga soho hotel di jalan petailing street , suasana di sini seperti pasar baru di jakarta banyak pedagang dan toko-toko di kiri dan kanan. Kami sampai hotel sekitar pukul 11an, kami melakukan check in jam tersebut, alhamdulillah pegawai hotel tersebut cukup baik kami tetapi dapat di ijinkan masuk walaupun waktu belum menunjukan pukul 12.00 sesuai standart check in di berbagai hotel.
            Kami isthirahat sekitar 2 jam lalu berangkat lagi ke stasiun ke kuala lumpur sentral, kami tetap menggunakan kereta biasa, langkah pertama kami adalah ke Batu Chaves , dari stasiun kuala lumpur (ingat stasiun kuala lumpur ada 2, yaitu kuala lumpur sentral dan kuala lumpur) menuju stasiun batu chaves, harganya sangat murah di bawah RM 5 pokoknya, setelah sampai di Batu chaves kami mengikuti turist-turist saja dari belakang ketika keluar stasiun betapa terkejutnya kami karena di sana banyak patung-patung yang sangat besar, seperti yang ada di bali,akan tetapi kalo disini patungnya ada yang warna ijo, biru dll.
 
Salah satu Patung di Batu Chaves Malaysia
 
Di batu chaves banyak sekali bangunan yang sangat eksotik, tebing-tebing yang sangat tinggi dan mempunyai arsitektur yang sangat luar biasa untuk backround foto sangat bagus menurut saya. Kami berjalan 400 meter di batu chaves ada patung emas yang sangat besar dan di belakang patung tersebut ada anak tangga berjumlah lebih kurang seratusan untuk mencapai ke puncaknya , saran saya silahkan di coba untuk dapat ke puncak anak tangga tersebut karena sangat sayang kalau kita udah jauh-jauh tapi tidak untuk mencobanya. Untuk wanita kalo yang ingin naik tangga di batu chaves saran saya jangan menggunakan rok pendek, karena di sana mba-mba penjaga akan memantau bagi para wanita yang menggunakan rok pendek akan di berikan semacam penutup celana karena takut terjadi hal-hal yang tak di inginkan.
Di sepanjang perjalanan menuju ke puncak kita akan di sambut oleh para monyet-monyet, bagi yang punya makanan hati hati saja, karena di sini monyetnya pasti minta makanan yang kita bawa tapi dengan cara yang sopan tidak asal merebut. Setelah mencapai puncak kami merasa puas melihat pemandangan dari atas apa lagi setelah berjuang menaiki seratusan lebih anak tangga hehe, di dalam puncak tersebut kami menjad penasaran apa memangnya di dalam, kami pun penasaran ikut masuk ke gua yang berada di puncak tersebut, ternyata di sana ada semacam tempat ibadah agama tertentu setelah tahu kami menjadi tidak penasaran dan turun kembali, ketika kami sudah mencapai anak tangga paling bawah kami di sambut oleh sekelompok burung merpati yang sangat banyak sekali berkumpul di daerah batu chaves dan sepertinya burung-burung tersebut sangat senang mendapat kedatangan para turist hehe. Setelah dari batu chaves target selanjutnya kami adalah menara petronas twin tower, kami diberitahukan kalau kami mau menuju kesana kami harus menggunakan sky train dari kuala lumpur central dan turun di stasiun KLCC, akhirnya kami tiba di stasiun kuala lumpur central dari batu chaves, kami bertanya kepada para penjaga bagaimana cara membel tiket sky train, ternyata caranya kurang lebih sama dengan kita membeli tiket single trip di kereta Komuterline jabodetabek, kita menekan tombol keberangkatan dan tujuan lalu jumlah berapa tiketnya, nanti kita di suruh masukan sejumlah uang sesuai dengan harga yang di minta ke msin tersebut, setelah kita membayar kita akan mendapat tiket yang berupa koin yang akan digunakan di pintu masuk sky train cara penggunaanya (oh iya untuk harga pokoknya di RM 5, saya lupa hehe), akhirnya kami naik sky train seperti komuterline di singapura akan tetapi bedanya kalo disini sangat padat seperti naik busway di jakarta penuhnya . akhirnya kami turun di stasiun KLCC di stasiun ini suasana seperti mall jangan lupa untuk bertanya kepada orang di mana letak menara petronas twin tower akhirnya kami di arahkan keluar stasiun setelah kami keluar stasiun KLCC kami sangat terkejut ternyata suasananya seperti suasana perkantoran dan ternyata turist-turist sudah sangat ramai  yang berfoto dengan latar belakang menara petronas ini, di sini kami juga tidak lupa mengabdikan berbagai macam backround dan gaya hehe, kami di menara petronas melakukan foto dari menara yang tanpa lampu sampai menara tersebut mengeluarkan lampu pokoknya bagus deh mau pake lampu atau tidak menurut kami mah soalnya kami baru pertama kali kesini, kalo yang udah sering ke sini pasti bosen pemandangan di sini juga indah karena dihiasi dengan air mancur mini yang berada di pelataran menara petronas. Selain itu di sini juga banyak penjual peratan foto-foto dari tongkat selfie, lensa cembung dll. Saran saya kalo ke sini usahain pas jam 5 sore karena akan ada perbedaan antara foto siang dan malam.
 
Perbedaan Foto di Menara Petronas malam dan siang hari
 
Setelah puas kami langsung pulang mengikuti arah kebarangkatan kami tadi menggunakan sky train dari KLCC menuju daerah central market (saya lupa nama stasiunya) kami sengaja tidak melakukan aktivitas malam hari karena takut di wilayah negara orang, sepanjang jalan banyak toko-toko minimarket yang menjual  barang dagangan seperti di indonesia , saya pun tidak lupa untuk membeli mie cup di jalan dan isthirahat di hotel untuk kembali melakukan aktivitas besok lagi supaya fit.
 
5. Hari kedua di Malaysia
            Bangun pagi di hotel kami langsung siap-siap untuk melakukan aktivitasnya, bedanya hotel di sini dan di singapura adalah di hotel soho kami diberikan sarapan berbeda dengan hotel kami di singapura karena tidak ada sarapanya ( udah murah di kasih sarapan pula, enak banget kan J) setelah kami browsing-browsing tempat yang bagus di kuala lumpur selanjutnya adalah di genting highland, kami sengaja ke sana karena ingin tahu dataran tinggi malaysia dan kereta gantung disana seperti apa, karena saya melihat di media sosial tempat di sana termasuk tempat yang wajib untuk dikunjungi apabila kita berada di malaysia. Langkah pertama kami adalah kami harus kembali ke stastiun kuala lumpur central karena di sana kita harus membeli tiket bus yang menuju ke arah genting highland, untuk menuju ke genting itu menggunakan waktu busnya jadi jangan sembarangan yang bisa – bisa malah kehabisan tiket harga tiket untuk busnya 1x perjalanan adalah RM 4,30, dan harga untuk naik kereta gantungnya adalah RM 6,40 dapat dibeli sekalian ataupun belinya nanti ketika kita udah sampai genting untuk tket kereta gantugnya. Both penjual tiketnya ada di atas , jadi kita naek tangga dulu sekali terus ke pojokan nanti di sana ada both dengan gambar genting highland, kalo tidak bisa nanya dengan penjaga yang ada disana aja.
            Setelah membeli tiket kita akan mendapatkan jam keberangkatan dan posisi tempat duduk, nanti naek busnya kita harus jalan lagi kearah luar KL sentral dimana bus-bus keberangkaan pada berkumpul disana, nah ketika saya sedang menunggu bus genting saya melihat disana ada both untuk bus ke bandara KLIA 1 dan 2 seharga sangat murah dari pada naek kereta ekspres ke bandara, misalkan harga kereta ekspres 1 tiket sekitar RM 50, naek bus hanya sekitar belasan RM (saya lupa harga tiketnya) pokoknya harganya jauh banget, lumayan kan buat hemat-hemat kalo ga percaya buktiin aja. Kemudian ga lama bus genting highland datang kita di check tiket dan jam keberangkatan oleh pak kondektur bus , ternyata yang naik bus itu kebanyakan turist-turist seperti turist dari , jepang, korea, bule, yang arab-arab juga ada. Lama perjalanan kurang lebih 1-2 jam, lancar ko ga ada macet seperti jakarta. Sesampai disana kita langsung di arahin untuk naik eskalator genting, nanti disana ada both lg penjual-penjual tiket untuk naik kereta gantungnya bagi yang belum membeli, di ruang tunggu genting highland ada spot spot bagus buat foto seperti peti piramid, transformers, dan miniatur kereta gantung itu sendiri.
di ruang tunggu
 
 
 
 
 
 
 
Di kereta gantung, sebenernya tinggi banget ini
 
 
            Lalu setelah puas foto-foto kami langsung naik kereta gantung di atas, ruang tunggu seperti kita lagi di dufan, panjang dengan antrian besi-besi di samping, karena kita perginya hari weekday jadi antrian sepi, karena melihat model antrian seperti ini kalo hari weekend sepertinya antrian sangat ramai. Ketika giliran kami naik, saya merasa sedikit takut karena kereta berjalan ke atas dengan hanya pemandangan bukit-bukit saja , saya mikir ini kalo jatuh yang nolongin bagaimana ya, karena suam saya ada di sampin saya jadi saya tidak merasa takut karena suami saya selalu menghibur di sepanjang perjalanan kereta gantung yang menyusuri bukit ini, buat yang takut ketinggian juga hati – hati ya soalnya dataranya sangat tinggi loh, singkat cerita kami sudah sampai di puncak genting highland kami penasaran sebennernya ada apa sih di puncak genting tersebut, ternyata di sana ada mall-mall dan tempat perbelanjaan kalau kaya di indonesia mah keadaan alamnya seperti puncak bogor tapi di puncak tersebut ada mall kami muter-muter sekitar mall lalu tidak lama turun lagi karena menurut kami daerah mall tersebut tidak ada bedanya dengan mall – mall di indonesia, ketika kami mau pulang kami di tawarin foto kami yang di kereta gantung ada yang akrilik dan foto biasa, lalu kami membeli foto yang akrilik saja karena kami ingin ada kenang-kenangan buat di pajang di rumah hehe.
            Kemudian kami naik kereta gantung lagi untuk turun, setelah sampai di bawah nanti kita keluar langsung di toko oleh-oleh khas malaysia, kami membeli sedikit untuk di bawa pulang hehe. Lalu kembali membeli tiket untuk pulang ke KL central dan singkat cerita kami sudah sampai lagi, sebenrnya kami ingin jalan-jalan lagi Cuma karena uangnya hanya cukup untuk membeli oleh-oleh jadi kami putuskan untuk membeli oleh-oleh khas malaysia kemudian kembali ke hotel untuk melanjutkan aktivitas besok lagi berburu oleh-oleh di central market dan petaling street.
 
 
 
6. Hari ketiga di Malaysia
             Bangun dari hotel tidak lupa sarapan untuk berburu oleh-oleh kebetulan lokasi hotel kami dekat dengan central market dan petailing street jadi tinggal jalan kaki saja sampai deh hehe, yang pertama kami beli adalah kaos seharga RM 6 di petailing street , kami membeli sebanyak 12 buah kemudian selanjutnya kami berburu cokelat di central market disana banyak cokelat bermacam-macam rupa betuk dan rasa pokoknya kami disini total menghabiskan RM 110 soalnya cokelatnya sangat banyak lumayan buat oleh-oleh setelah berburu cokelat kami langsung pulang dari bus yang KL sentral ke terminal di KLIA 2 dan menunggu untuk Check in, alhamdulillah sampai di tangerang dengan selamat, sampai berjumpa di negara selanjutnya ^_^.
 
Sumber : https://fanliadi.blogspot.co.id/2016/10/traveling-singapura-malaysia-5-hari.html
 
 
 
 

 

Login untuk melihat komentar


Powered by: