Python Memang Lambat, Tapi Siapa Peduli?

: 272 | : 2 | : 05 April 2017


Kemong 69
- Kontributor

Tags | Python | Programming

Ketika kamu mengatakan "kecepatan" dalam konteks pemrograman, yang kamu maksud biasanya adalah performa, alias siklus kerja CPU. Ketika seorang CEO mengatakan "Kecepatan" dalam konteks pemrograman, yang dia maksudkan adalah kecepatan dari bisnis itu sendiri.

Kecepatan bukan lagi perkara besar.

Mungkin pada jaman dahulu program komputer benar-benar lambat ketika dijalankan. Jaman dimana CPU masih mahal, memori masih mahal. Kecepatan eksekusi suatu program menjadi ukuran yang sangat penting. Komputer pada masa lampau sangatlah mahal, begitu pula dengan biaya listrik untuk menjalankannya. 

Menurut sejarahnya, sumber daya paling mahal adalah run time sebuah program komputer. Meskipun begitu, hal itu tidak selamanya benar. Mengapa? Ya karena harga silikon (bahan baku semikonduktor) sekarang semakin murah. Sangat-sangat murah. Run time  sebuah program bukanlah lagi sebuah komoditas yang mahal. Sekarang, sumber daya paling mahal bagi sebuah perusahaan adalah waktu yang dipakai oleh karyawannya. Dengan kata lain, adalah lebih penting untuk mengerjakan sesuatu secepatnya daripada membuatnya berjalan secepat mungkin

Ya mungkin saja kamu akan berkata, "Perusahaan saya sangat mementingkan kecepatan, Saya membangun sebuah aplikasi web dan semua respon harus lebih cepat dari sekian milidetik!." Atau, "Kami memiliki konsumen yang akhirnya membatalkan kontrak karena mereka pikir aplikasi kami sangat lambat."

Disini saya tidak berkata bahwa kecepatan eksekusi itu tidak penting sma sekali, saya hanya mencoba untuk mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah yang paling penting.

 

Kecepatan adalah satu-satunya yang paling penting

Ketika kamu mengatakan "kecepatan" dalam konteks pemrograman, yang kamu maksud biasanya adalah performa, alias siklus kerja CPU. Ketika seorang CEO mengatakan "Kecepatan" dalam konteks pemrograman, yang dia maksudkan adalah kecepatan dari bisnis itu sendiri.

Ukuran yang paling penting adalah kecepatan sebuah produk untuk segera masuk ke pasaran. Karena sesungguhnya, tidak peduli seberapa cepat performa produk/ aplikasi web mu, tidak peduli dengan bahasa pemrograman apa produk tersebut ditulis, bahkan tidak peduli berapa banyak uang yang dihabiskan untuk membuat produk tersebut. Pada akhirnya, salah satu hal yang terpenting yang dapat membuat perusahaan bertahan atau mati adalah waktu melepas produk ke pasaran.

Disini saya tidak hanya berbicara mengenai pemikiran yang dimiliki sebuah startup mengenai berapa lama mereka mampu bertahan sampai mereka bisa menghasilkan uang, tapi lebih kepada pemikiran "berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengubah Ide menjadi produk di tangan konsumen". 

Satu-satunya jalan untuk bertahan dalam sebuah bisnis adalah berinovasi lebih cepat dari kompetitor. Tidak peduli berapa banyak ide brilian yang kamu temukan, jika pesaing kamu lebih cepat mengemas produk tersebut ke konsumen. Kamu haruslah menjadi yang pertama masuk ke pasaran, paling tidak tetap selangkah di belakang dan tidak tertinggal terlalu jauh. Saat kamu melambat, saat itu pula kamu akan tamat.

 

Sebuah Contoh Kasus Microservice

Perusahaan-perushaan seperti Amazon, Google, dan Netflix paham betul dengan arti penting bergerak dengan cepat. Mereka telah menciptakan sebuah sistem bisnis dimana mereka bisa bergerak dengan cepat dan berinovasi secepatnya. Microservice adalah solusi bagi masalah mereka. Ya memang artikel ini bukan untuk mengajak pembaca menggunakan microservice atau tidak, tapi paling tidak menginformasikan bahwa Amazon dan Google berpikir bahwa mereka harus menggunakannya.

Microservice itu sebenarnya lambat. Konsep dasar dari microservice itu sendiri adalah memecah panggilan fungsi (function call) menjadi panggilan jaringan (network call).Jadi jika metode konvensional adalah berupa pemanggilan fungsi yang hanya membutuhkan beberapa siklus CPU dirubah menjadi sebuah pemanggilan jaringan.  

Hal yang paling merugikan dari microservice adalah performanya yang sangat lambat, tapi keuntungan terbesarnya adalah kecepatan pembuatan produk hingga dapat dipasarkan.

Dengan membentuk tim-tim kecil lalu membagi proyek-proyek kecil dan basis kode kepada mereka, sebuah perusahaan dapat terus-menerus berinovasi dengan kecepatan tinggi. Hal ini memperlihatkan bahwa kecepatan pembuatan produk adalah fokus utama perusahaan besar, bukan hanya startup.

Sampai disini kita sudah mengetahui bahwa ada hal yang lebih penting dari waktu eksekusi sebuah program, yaitu waktu pengembangan sebuah produk, nah apakah python jauh lebih cepat dari bahasa pemrograman X ? Seberapa produktif kah bahasa pemrograman Python? 

Bersambung>> Microservice dan Bahasa Pemrograman Python

Login untuk melihat komentar


Powered by: