Beberapa Pertimbangan Dalam Menentukan Audience Atau Calon Konsumen

: 194 | : 0 | : 20 June 2017 | Info Zone


Kemong 69
- Kontributor

Tags

Ketika berbicara tentang menjual, tidak semua produk setara dan dapat memperoleh perlakuan pemasaran yang sama, berikut adalah beberapa pertimbangan menentukan sasaran serta mengkaji apakah orang yang kita target layak dan menguntungkan.

Carilah orang dengan rentang umur yang :

- mudah berhasrat pada sesuatu

- punya penghasilan dan uang lebih untuk berbelanja online - - mudah di jangkau

 

Hindari sebisa mungkin :

# Terkadang orang orang yang mengapresiasi produk kita adalah orang orang yang tidak memiliki uang untuk dihabiskan membeli hal hal yang tidak mendesak

# Orang orang berumur di bawah sekian tahun, memang mudah dijangkau (lewat email/ sosial media) dan banyak dari mereka yang cepat terpancing hasratnya untuk membeli produk baru, tapi kebanyakan dari mereka justru tidak memiliki uang lebih.

# Ada beberapa audience yang memang sulit dijangkau, bisa karena berbeda generasi, perbedaan penguasaan teknologi, dll.

 

Beberapa kesalahan di masa lalu :

* Terlalu terikat pada gagasan dari sudut pandang diri sendiri

ketika kita terikat pada sudut pandang diri sendiri, kita akan sering bergumam "Desain saya ini menarik sekali, kenapa orang orang diluar sana terlalu bod*h dan tidak membelinya"

* Intinya. No value, nothing.

* Tidak mempelajari karakteristik audience, beberapa target memiliki sifat yang berbeda. Pelajari definisi "keren, bagus, bernilai, bermanfaat, dll" dari sudut pandang mereka.

 

Strategi adalah sebuah paket yang berisi Tujuan yang ingin dicapai sekaligus Rencana mencapai hal yang dituju.

Buatlah strategi untuk :

$ mengembangkan sebuah proses yang dapat dipakai berulang untuk menemukan audience berkemampuan membeli produk secara online, namun tetap mudah berhasrat untuk memiliki suatu produk baru

$ buat se-otomatis mungkin, atau delegasikan ke orang lain. Jika kita sebagai individu ingin menjadi pabrik gagasan, harus ada orang lain yang mengeksekusi gagasan yang kita hasilkan.

$ terus temukan barang lain yang menarik untuk target audience yang sama

 

Rencana pada sebuah strategi tidak melulu tentang detail tahapan A - Z. Rencana bisa berbentuk pengecekan berulang terhadap progres menuju tujuan. Jika tujuan adalah transaksi penjualan, maka progres adalah minat untuk membeli yang ditunjukan oleh audience.

% apa saja tindakan kita yang berkerja menarik minat audience

% apa saja yang tidak berkerja dan mengurangi efisiensi

% apa yang perlu diubah dari tahapan sebelumnya

% bagaimana cara mengubahnya

 

Kurangnya Komitmen, hampir sama dengan kurangnya strategi. Komitmen adalah berbicara tentang seberapa besar kita mau berkorban demi suatu tujuan, bagi dari segi waktu ataupun materi.

 

Sebuah proses yang sudah teruji di berbagai negara :

1. Kita sudah memahami sebuah niche, atau karakteristik dari audience serta sudut pandang mereka. Kita sudah mengetahui siapa saja orang orang yang memiliki hasrat yang sama dan juga kemampuan untuk membeli

2. Kita secara alami peduli tentang kebahagiaan mereka, tingkat keren mereka ataupun besarnya manfaat yang bisa mereka dapat ketika mereka menggunakan produk kita

3. Produk kita adalah cerminan dari definisi "keren, berguna, bernilai, berharga,dll" audience kita, bukan karena definisi ego kita sendiri.

4. Dan pastinya, ketika beberapa alasan menjadikan rencana yang kita perkirakan tidak berjalan dengan semestinya, daripada menghabiskan energi dan waktu untuk menyalahkan ini - itu, lakukan lebih banya riset tentang audience untuk lebih mengerti mereka. Tuangkan ke dalam gagasan yang baru atau gagasan lama yang telah diimprovisasi.

Login untuk melihat komentar


Powered by: