Where’S The Money? Inilah Cara Menggaet Angels, Vcs, Family Offices & Equity Crowdfunders Untuk Startup Kamu

: 276 | : 0 | : 26 April 2017 | Info Zone


Kemong 69
- Kontributor

Tags

Pre-seed. Seed. Series A. Series B. Growth capital. Term sheets. Valuations. Cap Tables. Convertible notes. Market opportunity. Venture Capital. Angel investment. Equity Crowdfunding. Family offices.

Walaupun tahap pembelajarannya sangat panjang, mendapatkan pendanaan adalah suatu hal yang lebih besar dari sekedar memahami sebuah kesepakatan. Ini adalah tentang seni dari hubungan antar manusia. Untuk seorang Inovator Perempuan, situasi yang ada saat ini memang agak kurang ramah. Menurut Crunchbase, besarnya startup wanita yang berhasil mendapatkan pendanaan, hanya sekita 17% sejak tahun 2012.

Apakah satu satunya sumber dana adalah dari Venture Capital? Tentu saja tidak. Ada beragam sumber pendanaan yang patut dicoba oleh pendiri startup. Crowdfunding, sebagai contoh, adalah satu-satunya tipe pendanaan dimana wanita mendapatkan pendanaan lebih banyak dari pria.

Perhelatan The SheWorx100 Summit NYC menghadirkan lebih dari 200 Pendiri Startup Wanita, lebih dari 30 Investor kelas kakap dan panel yang terdiri dari Investor Wanita Teratas yang berdiskusi tentang cara mencari pendanaan dari berbagai sumber. Ini lah beberapa hal yang dapat kita pelajari dari perhelatan tersebut.

Joanne Wilson: Gotham Gal Ventures, Angel Investor

Angel Investor seringkali adalah orang yang pertama kali menjadi sumber pendanaan bagi sebuah startup, pada umumnya besaran pendanaan berkisar antara $200.000 - $1.000.000. Mereka biasanya tidak terikat kewajiban dengan siapapun, karena mereka melakukan pendanaan dengan uang mereka sendiri. Bagaimana cara menggaetnya?

Bangun Tim yang Solid dan Buatlah Rencana Bisnis

Scaleable. Customer-ready. Competitive. Ketika tiba saatnya untuk berinvestasi, Joanne akan mencari bisnis yang memiliki traksi (calon konsumen / prospek awal) dan potensi pasar yang luas. Pertanyaan yang sering diajukan adalah "Dapatkah perusahaan ini bertahan sampai ke tahap pendanaan berikutnya?"

Joanne ingin mengetahui kemungkinan proyek yang didanai olehnya apakah akan berhasil "Exit" (Exit - biasanya adalah keberhasilan sebuah startup mencatatkan perusahaannya ke bursa saham, walaupun ada banyak konteks penggunaan Exit lainnya), sehindda ia akan mendapatkan imbal balik.

“Apa yang saya cari pada akhirnya adalah para survivor - wirausahawan yang tidak peduli apa yang akan menghadang mereka, mereka akan selalu dapat mencari cara untuk tetap survive.”


Jadikan Pertemuan Pertamamu Berarti
 

Seringkali, pertemuan pertama mu hanyalah sebuah pertemuan biasa. Joanne menyarankan: "Lakukan penelitian, jangan datang terlalu awal, jangan datang terlambat, ketahuilah daftar bisnis lain yang pernah didanai oleh investor ini. Benar-benar pikirkan apa yang akan kamu jalani, apa keuntungannya dan sampai sejauh mana pencapaian kamu saat ini."

“Angel Investor membuat keputusan berdasarkan nalurinya, orang yang mengajukan proposal dan model bisnis yang diajukan." Kesan pertama adalah yang paling berarti. Jangan pernah menginjakkan kaku di kantor seorang investor sebelum kamu tahu betul bahwa ada keuntungan bagus yang kamu bagi dengan mereka dan kamu yakin mereka tertarik dengan itu.

Siapapu angel yang memerlukan beberapa kali pertemuan hingga akhirnya membuat keputusan untuk mendanai suatu bisnis sesungguhnya adalah orang yang tidak kamu inginkan. Jangan repot-repot mengajukan proposal kepada mereka. Setelah investasi didapat, tetap jaga hubungan dengan Investor. Buatlah mereka tetap mendapatkan info terkini tentang naik-turunnya perusahaan. Dan jangan takut untuk meminta dukungan. Sebagai seoran pendiri, kamu seharusnya benar-benar berpikir untuk menggunakan investormu sebagai penasehat. Orang-orang ini (investor) benar-benar memiliki sebagian dari bisnismu dan mereka juga yang akan medapatkan imbalan jika mereka berhasil membantumu sukses.

Katherine Hill Ritchie: Private Capital Investments, Family Offices

Perusahaan keluarga itu kadang menjadi sumber dana pada tahap awal, kadang mereka juga menjadi sumber dana pada tahap akhir. Perusahaan keluarga tidak memiliki batasan jumlah uang atau jangka waktu peminjaman uang. Tidak ada proses yang formal atau komite investasi yang terlibat. Ini berarti, jika mereka menyukai ide kamu, mereka bisa saja berulang kali memberikan pendanaan kepadamu. 

Pahami Siapa "Target Audience"mu

Cari tahu sebanyak-banyaknya tentang Perushaan keluarga sasaranmu, sebelum kamu menemui mereka. Nilai apa yang akan kamu dapatkan dari mereka? Bisnis apa yang sebelumnya telah mereka danai? Siapa saja orang yang terlibat dalam bisnis? Biasanya ada satu orang yang memiliki pengaruh terbesar yang terlibat dalam pembuatan keputusan finansial. Proyek apa saja yang telah dikerjakan oleh orang berpengaruh ini? Apa hobi mereka? Gali, Gali, dan gali lebih dalam.

Harap diperhatikan, pada tahap awal komunikasi, kamu sepertinya akan berurusan dengan "Penjaga Gawang" atau karyawan. Tujuan kamu pada akhirnya adalah berhasil menemui orang yang menjadi pembuat keputusan.

Personalisasikan Presentasi dan Prosposal Kamu Serta Tunjukan Rencana Jangka Panjang

Investor tidak hanya berinvestasi ke perusahaanmu, mereka juga berinvestasi kepadamu secara personal. Hubungan personal yang kuat sangat penting. Ceritakan kehidupanmu. Bagaimana kamu mencapai posismu saat ini? Bagaimana perjalanan hidupmu? Mungkin saja perjalanan hidupmu sama dengan mereka. Jadikan dirimu lebih humanis. Jangan menjadi seorang robot. Jangan takut melakukan interupsi, jika ingin bertanya maka beranikan untuk bertanya. Temukan hal apa saja yang telah mereka ketahui dan sesuaikan pengetahuan mereka dengan bahan yang kamu presentasikan.

Oleh karena perusahaan keluarga tidak memiliki struktur bisnis yang baku, mereka bisa saja memiliki uang yang lebih banyak untuk diinvestasikan dari yang kamu ajukan sejak awal. Jangan takut untuk menjual kepada mereka impian yang besar. Berikan mereka rencana tindakan secara menyeluruh daripada sekedar rencana pencapaian jangka pendek (6 bulan sampai 1 tahun), jadi mereka dapat memutuskan seberapa besar uang yang ingin mereka investasikan.

Pelli Wang: Principal at SeedInvest, Equity Crowdfunding

Equity crowdfunding (pendanaan massal) cocok untuk bisnis yang sudah memiliki traksi dan sedang mencari jalan memperluas bisnis mereka. Pada umumnya startup sudah mendapatkan lead (orang yang berpotensi menjadi konsumen) tetapi memerlukan suntikan dana beberapa ratus ribu USD untuk membuat roda usaha mereka terus berputar.

Kenali Pasar dan Produkmu Luar Dalam

Pasar adalah hal yang terpenting. Ada banyak tren dalam bisnis. Platform pendanaan massal seperti SeedInvest, cenderung berhasil terhadap ten bisnis yang sedang panas. Apa yang sedang "In" saat ini menurut Pelli? Kecerdasan Buatan. Konsumennya sudah siap, Bisnis lain sudah siap menerimanya dan ada begitu banyak pendanaan yang tersedia, AI adalah sebuah produk yang sedang memiliki banyak permintaan.

Ketika tiba saatnya mengembangkan sebuah produk, tanya dirimu sendiri. Apakah ada permintaannya? Jika ia, bagaimana gambaran supply yang ada saat ini? Apakah produk saya tampil berbeda? Apakah saya memiliki tim pengembang yang tepat? Kamu harus benar-benar mengenali pasarmu dan produkmu sendiri luar dalam, Camkan bahwa ini adalah yang paling penting.

Ketahui Platform Apa yang Cocok Untuk Bisnismu

Setiap platform pendanaan massal beroperasi secara berbeda. Ketahui platform mana yang paling cocok dengan perusahaanmu. Berapa banyak investor yang mereka miliki di dalam database mereka? Berapa besar tingkat kesuksesan mereka? Apakah mereka hanya mendanai industri tertentu? Bagaimana biayanya? 

SeedInvest, contohnya, terdiri dari beberapa tahap, Pertemuan Awal, Persetujuan komite investasi, Proses Perkenalan Bisnis, Komuniskasi 4 Bulanan. dll.

 

Hayley Bay Barna: Venture Partner at First Round Capital

Venture Capital bisa ikut bermain kapan saja, dari tahap "seed" sampai ke tahap pendanaan Mezzanine(Gabungan antara hutang dan investasi). Setiap badan usaha memiliki ketertarikan pada hal-hal yang berbeda. Oleh karena VC menanamkan modal atas kuasa yang diberikan oleh rekanan mereka, maka mereka lebih bersikap hati-hati, yang berarti mereka akan berfokus pada analisa model bisnis yang diajukan.

Bebaskan Idemu dari Resiko

Kamu harus menghilangkan semua yang tampak berisiko. Karisma, Meyakinkan. Pengalaman masa lalu. Pendapatan saat ini. Tunjukan kepada investor bahwa kamu memiliki segala hal yang diperlukan untuk menjalankan sebuah bisnis yang sukses. Tidak ada ruang untuk keragu-raguan.

Ketika Hayley berinvestasi, dia menggunakan metode evaluasi 3 titik: (1) Pasar (2) Produk dan (3) Tim Pendiri. Kamu harus dapat "menjual" semua titik sedemikian mungkin hingga pernyataan kamu dapat memicu imajinasi yang mendengarnya.

“Kami perlu melihat sebuah jalan yang jelas menuju ke bisnis yang menghasilkan pendapatan 100 juta, dan kemungkinan yang jelas menuju bisnis bernilai miliaran Dollar.

Jangan takut untuk masuk keruangan kami dan menggambarkan sebuah lukisan tentang bagaimana dunia kedepan 5-10 tahun lagi akan menjadi sangat berbeda dari sekarang akibat keberadaan bisnismu,”

Diterjemahkan dari Where’s the Money? Here’s how to target Angels, VCs, Family Offices & Equity Crowdfunders for your next round

 

Login untuk melihat komentar


Powered by: