Menggunakan Topters Sebagai Sosial Media Blogging Untuk Memaksimalkan Konten Marketing Dan Sosial Media Sharing

: 572 | : 0 | : 02 June 2017


Kemong 69
- Kontributor

Tags

Pada rentang tahun 1990an - akhir 2000an, ketika seseorang menulis "blog" satu satunya monetisasi (mencari keuntungan) dari hasil tulisannya adalah dengan menggunakan Adsense milik eyang Google.

Pada saat saat itu, dimana pengguna semarphone masih sedikit, memang sangatlah menguntungkan. Tapi, tahun berlalu, hingga kita menginjak akhir-akhir 2010an dimana jumlah pengguna semarphone meningkat, jumlah orang yang terhubung melalui internet pun meningkat, jumlah orang yang bisa menulis blog pun semakin meningkat tajam. Persaingan untuk menulis konten sebagus mungkin, berusaha untuk mendapatkan trafik sebanyak-banyaknya, lalu berharap ada sekian persen orang dari pengunjung tersebut yang mengklik iklan dari Adsense pada website kita menjadi sangat berat.

Selain karena menjamurnya pesaing, pengguna internet sekarang menjadi lebih "Aware" alias waspada ketika mengunjungi sebuah website. Pada masa awal Adsense diperkenalkan, CTR (Rasio antara klik iklan dan jumlah pengunjung) sangatlah besar. Karena CTR yang besar, orang-orang seperti kerasukan setan dan berbondong-bondong membuat blog + Adsense. Bahkan satu orang India mampu mengelola lebih dari 10 Situs sekaligus.

Satu hal yang kini dirasakan oleh para blogger India adalah penurunan CTR, jika CTR turun, semakin sedikit yang mengklik iklan kita maka semakin rendah pendapatan kita sebagai blogger. Tak peduli seberapa besar pengunjung web kita, kebanyakan dari mereka sudah waspada atau enggan untuk mengklik iklan adsense di halaman yang kita kunjungi, bahkan ada diantara mereka yang merasa terganggu dengan adanya iklan iklan di halaman website.

Lalu hadirlah malapetaka bagi para blogger yang menggantungkan hidupnya dari Adsense, yaitu AdBlock Plus, sebuah ekstensi Chrome yang digunakan untuk memblokir iklan iklan mengganggu pada halaman halaman website.

Mereka, para blogger yang sadar, merasa akan lebih menguntungkan jika mereka menjual space atau ruang untuk mengiklankan produk orang lain di websitenya.

Tapi satu hal yang lebih menguntungkan dan sangat cerah prospeknya saat ini adalah menjual produk kita sendiri dengan menggunakan blog sebagai alat konten marketing semata. Produk disni,bisa saja E-book cara menanam pisang, bisa saja Buku panduan beternak Kobra, atau bisa Pakaian, obat-obatan, dsb.

Ada beberapa hal yang membedakan Konten Marketing dengan Iklan pada umumnya adalah :

  1. Pada konten marketing kita tidak terang-terangan menjual produk kita.
  2. Kita tidak lagi berbicara mengenai keunggulan produk kita.
  3. Kita tidak lagi berfokus kepada bagaimana agar konsumen tertarik membeli produk kita, tapi kita lebih fokus kepada bagaimana agar konsumen MEMBUTUHKAN produk kita.

Ambil contoh, Japra adalah seorang mahosiswa, jika ia menggunakan cara blogging jadul, maka ia harus membuat beberapa situs berbeda untuk membuat artikel yang berkaitan dengan produk-produknya. 
Anggaplah Japra ingin menjual Teh Zaitun, sekaligus ingin menjual pengalamannya berternak Kobra ke dalam sebuah e-book. Jika ia mengikuti cara lama, maka tidak mungkin satu situs pribadi yang sama membahas dua hal berbeda. Satu produk berkaitan dengan kesehatan yang berarti butuh situs yang membahas kesehatan, sementara produk satunya butuh situs peternakan karena fokus produknya adalah untuk para peternak.

Kemudian Japra menemukan situs Topters. Dengan Topters, Japra yang anak kampung gaptek tidak mengerti proses pembuatan website kini tidak perlu berurusan dengan wordpress lagi. Ia tinggal login menggunakan akun Facebook atau akun Google mailnya, dan ia langsung dapat menulis artikel apapun yang ia mau di Topters.

Karena Topters bersifat sosial media untuk bloggers, maka satu orang tidak harus membahas satu topik saja. Japra bisa membuat artikel apapun untuk memasarkan produknya walaupun berbeda "niche" sekalipun seperti kasus diatas,

Sekarang, apa untungnya kita berkumpul sesama blogger dalam satu website? Ada banyak, misalnya ketika Japra selesai menulis artikel cara berternak Kobra yang baik dan Benar, ia akan menempatkan Link produknya entah itu Link Tokopedia dia, atau link OLX, atau link youtubenya di bagian bawah artikel.

Ketika Japra membagikan artikelnya ke Facebook, orang orang akan mendatangi Topters, nah biasanya ketika orang mengunjungi sebuah situs, maka mereka akan mencari artikel2 lain yang menarik, itu berarti si Japra bisa saja mendatangkan viewers untuk artikel tulisan Saprol.

Wah, kalo gitu kita rugi dong, masa kita mendatangkan pengunjung untuk orang lain? Harap diingat bahwa hal ini akan terjadi dua arah. Karena Saprol dan Japra sama sama menulis di satu website berarti si Japra juga bisa mendapatkan pengunjung artikelnya ketika Saprol membagikan artikel miliknya ke Facebook.

Itulah kekuatan manusia yang selama ini terpendam.
Kekuatan kolektif manusia sebagai makhluk sosial yang sangat membutuhkan sesuatu untuk saling berbagi.

Login untuk melihat komentar


Powered by: