What About Tomorrow Part 3 : Ailin

: 244 | : 1 | : 18 April 2017


Alvin Putra
- Contributor

Tags

Kantin sekolah aku memang cukup jauh dari kelas,butuh sekitar 5 menit ke sana karena harus melewati lorong yang lumayan banyak,saat jalan ke kantin aku kembali mengenang Ailin yang berjalan melangkah didepanku.

Ini merupakan sesuatu yang sangat sangat sangat aneh yang pernah terjadi dalam hidupku,bagaimana bisa aku kembali ke waktu 3 tahun lalu yang sudah kulewati ? Apakah ini yang dinamakan Perjalanan Waktu ?

Dan yang paling sue kenapa harus kembali ke masa SMA yang begitu menyakitkan bagiku,yaitu saat kembali bersama Ailin

Aku terus memikirkan hal ini saat digandeng sama Ailin menuju ke kantin,jalanku tidak fokus,tatapan mataku kosong dan terdiam terus memikirkan apa yang terjadi disini

Sesaat kemudian langkah kaki Ailin berhenti sesaat dan mulai menatap wajahku

"Hey ay,kamu kenapa sih jalannya kok ga serius gini ??? Marah ya sama aku,tadi aku tinggal ke kantin ?" tanya Ailin dengan wajahnya yang cemberut dan tangan yang terlipat 

"Hmm eng enggaa kok ay,tadi aku lagi mikirin sesuatu aja kok" jawabku sambil terbata bata karena tidak siap

"Mikirin apa sih,cerita dong ke aku,biasanya kamu selalu cerita semua masalah kamu ke aku" tanya Ailin sambil memasang muka sedih dan memegang tanganku

"Ntar deh aku ceritain dikantin,masa disini ceritainnya hahaha" jawabku dengan tawa yang sebenarnya tidak aku inginkan

"yauda ayukkk" jawab Ailin sambil kembali menggandeng tanganku menuju kantin

Kantin sekolah aku memang cukup jauh dari kelas,butuh sekitar 5 menit ke sana karena harus melewati lorong yang lumayan banyak,saat jalan ke kantin aku kembali mengenang Ailin yang berjalan melangkah didepanku.

Aku bertemu dengan Ailin itu ketika SMA kelas 10 saat kita masih sama sama OSPEK,pertama kali melihat dia aku begitu terpesona dengan kecantikan dirinya,tapi selain cantiknya yang memukau itu,aku juga melihat sisi baik dirinya,yaitu ketika ada tema OSPEK lain jatuh tersungkur,Ailin dengan ramah dan tatapan iklas menolong temannya itu,disitulah aku merasa inilah yang cocok menjadi pacarku kelak.Dengan mata yang lebar,pipi yang tirus,muka yang proporsional seperti IRENE RED VELVET,rambut yang panjang hitam pekat yang selalu wangi shampoo yang mereknya aku tidak pernah tau apa,dan body yang cocok memakai baju sekolah ataupun baju kasual,aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya,tidak pernah aku melihat wanita lain karena dia sudah tepat berada menusuk di jantung hatiku yang terdalam.

Aku terus mencoba mendekatinya dan mendekatinya ketika OSPEK,tapi saat itu aku benar benar malu dan takut untuk bertanya kepada Ailin yang perfect itu. Sampai suatu ketika saat OSPEK hari terakhir aku pun memberanikan diri untuk segera menyapa dirinya.

Saat itu juga Ailin dengan baju seragam dan peralatan OSPEK,menuju ke parkiran untuk pulang ke rumahnya,sepertinya Ailin sedang menunggu GRAB atau apalah itu.Aku saat itu juga sedang keluar menuju parkiran motor dan saat keluar ada dia itu,aku langsung WOWOWOWOWOWWOWO kesempatan emas nih. Lalu aku memberanikan diri menyapa Ailin yang sedang memegang HP nya sambil berdiri cantik di dekat parkiran

"Ehem ehem,Hai Ailin" tanyaku sok pura pura pede padahal dalam hati takut banget

"Hey elu,elu Alvin kan ya kalo ga salah ?" tanya Ailin yang langsung menengok cepat setengah kaget saat Aku memanggil dirinya

"Ia w Alvin hehe lu masi inget aja " jawabku dengan ekspresi tertawa kecil

"Tadi kan kita sempet kenalan sebentar kok hehe" jawab Ailin sambil tertawa manis

Hadeuh Aku bener bener MELTING banget saat ngeliat dia senyum didepanku yang hanya berjarak 20 cm didepanku,senyumnya itu loh manis banget kaya es krim MCD

"Eh,lu nunggu siapa ni,pacar ya ?" tanyaku mancing mancing pertanyaan krusial

"Hmm engga kok w nunggu ojek langganan ni,tapi kayanya gada kabar deh" jawab Ailin sambil memasang wajah kesal dan mengernyutkan dahinya

"Mungkin dia lelah kali haha" jawabku sok ngelucu padahal ga lucu si

"Bisa jadi ya,Eh yang tadi lu bilang nungguin pacar itu,aku ga ada pacar kok vin" jawab Ailin dengan wajah tersenyum kecil lagi

"Ohh kirain ada pacar hehehe" jawabku sok tenang tapi dalam hati menggebu gebu karna masih ada harapan deketin dia

Lalu kami diam sesaat tidak ada obrolan. Ailin masih menghubungi ojeknya selama 15 menit 

"Lin,aku bonceng aja ya ke rumah " seruku kepada Ailin sambil menatap matanya

"Ngerepotin ga ni vin?" tanya Ailin dengan lugunya

"Ga la,emang lu rumahnya dimana?" tanyaku kepada Ailin 

"Deket kampus ni,tinggal kedalem gang itu doang tuh" kata Ailin sambil menunjuk salah satu gang yang tepat berada didepan kampus

"Ohh situ doang,gapapa lah  Lin,sesama teman harus membantu" jawabku sambil mengajak Ailin pergi 

"Yauda deh makasih ya vin" jawab Ailin sambil menaruh HP nya di tas dan siap siap ke parkiran

"Selow ae kali Lin,masih aja kaku hehe" jawabku sambil tertawa

Aku dan Ailin pun pergi naik motor ke rumah si Ailin yang dekat itu,itulah saat kita pertama bertemu saat kelas 10 yang merupakan kenangan paling indah yang pernah aku lalui

"Hey hey hey!!!!" teriak Ailin dengan sangat kencang sambil memukul tanganku

"Aduh kaget aku ay,kenapa sih???" jawabku dengan cukup ketus

"Ini uda sampe kok daritadi bengong aja sih? Jelasin ke aku dong ay,ada apa sama kamu???" tanya Ailin dengan wajah yang penasaran

Aku pun duduk bersama Ailin ditempat idola kita yang berada dipinggir pintu yang terkena angin yang kencang

"Jadi gini ni Lin,kayaknya aku merasa aneh deh" seruku dengan nada yang misterius

"Apa apa ngomong aja" tanya Ailin semakin penasaran

"Jadiiiii ..........

Bersambung ,,,,,,,,

 

 

 

Login untuk melihat komentar


Powered by: