Apa Itu User Persona Dalam Web Design-Pondasi Pembuatan Website Dengan Html5, Css3, Dan Javascript - Bagian 2

: 326 | : 0 | : 12 September 2017 | Programming


Ryo Suwito
- Contributor

Tags | Web Design | User Persona

Hampir seluruh website yang ada saat ini, didesain untuk memenuhi kebutuhan sekelompok orang yang biasa disebut “Target Audience”.

Kita harus menentukan golongan atau kriteria orang-orang yang akan menjadi pemirsa website kita demi tercapainya tujuan dari proyek pembuatan sebuah website seperti yang sudah kita tentukan bersama klien pada artikel sebelumnya.

Kita dapat menggolongkan sasaran pengguna website kita berdasarkan usia, pendapatan, lokasi, dan sebagainya. Nah, karena setiap manusia memiliki perbedaan sudut pandang, kita harus berusaha untuk menilai desain website kita dari sudut pandang seorang pengguna yang berasal dari golongan yang telah kita tentukan, bukan karena faktor “suka atau tidak suka” dari sudut pandang kita sendiri.

Misalnya, jika sasaran pengguna website kita bukanlah orang yang bekerja di dunia IT atau orang tua yang tidak terlalu paham tentang teknologi, maka sebuah desain yang sederhana langsung “to the point” akan lebih tepat untuk mereka.

Lain halnya jika target kita adalah anak muda atau sesama pekerja IT, mereka mungkin sudah terbiasa dengan desain website yang sedikit lebih rumit, atau terbiasa mengerti maksud dari sebuah icon tanpa perlu kita beri keterangan fungsi dari icon tersebut.

User Persona adalah sebuah proses dimana kita membuat sebuah tokoh fiktif yang masuk kedalam golongan sasaran kita. Jadi seolah olah kita membayangkan ada seorang tokoh fiktif bernama “Jessy” yang memiliki background “Pegawai Kantoran” berusia “22-25 tahun” berpenghasilan “menengah keatas” dan seterusnya, tambahkan sifat sifat yang kita harapkan akan menjadi sasaran website kita kepada Jessy.

Lalu apa untungnya memiliki karakter fiktif bernama Jessy dalam proses pembuatan website? Ada banyak keuntungan yang bisa kita peroleh dengan User Persona. Ketika kita bekerja sebagai pengembang website, entah itu sendirian atau bersama tim, ada kalanya kita akan lupa untuk siapa website ini ditujukan. Dengan adanya User Persona bernama Jessy, kita akan memiliki arah, bahwa desain ini harus tampil minimalis – karena Jessy adalah seorang wanita modern kelas atas yang suka sesuatu yang mewah.

Walaupun begitu, User Persona memiliki beberapa kelemahan, salah satunya adalah karakter yang kita jadikan sebagai acuan adalah karakter fiktif. Misalkan kita adalah seorang Pria pengembang Web yang berkecimpung di dunia IT, akan sangat menyulitkan ketika kita akan membuat sebuah karakter fiktif seorang wanita lanjut usia tanpa latar belakang teknologi, karena kita sama sekali tidak tahu cara mereka berpikir tentang teknologi.

Untuk mengatasi keterbatasan ini, kita bisa saja menetapkan golongan atau kriteria dari sasaran pengguna website kita, setelah itu kita temukan seseorang diluar tim kita yang masih termasuk pada kriteria yang kita tentukan untuk kita minta feedback dan sudut pandangnya. Jadi sebelum kita melibatkan orang tersebut, kita buat dulu sebuah prototype produk kita, kemudian kita sajikan kepada orang yang menjadi User Persona barulah kita minta tanggapan dan sudut pandangnya dan kita jadikan itu sebagai acuan untuk pengembangan selanjutnya.

Sumber Foto :  Designed by Freepik

Login untuk melihat komentar


Powered by: